Kamis, 26 Agustus 2010

ini-jerit-hati

sudah tak tertangguhkan lagi,

dan harus kuakui,

masih tentang dia yang makin menjadi-jadi,

dalam pikiran dan hati…


“apa kabar?” , “kemana aja?” , biasanya itu adalah kalimat tanya basa basi belaka. Tapi kali ini beda. Kalimat ini adalah pertanyaan yang sangat ingin diajukan. Ternyata, tidak mengetahui kabarmu dalam waktu yang lama merupakan siksaan. Seperti luka yang terus dibiarkan terbuka, tanpa diobati. Bisa sembuh. Tentu saja, Namun lama.


tak adakah rasa sama yang kau punya

rindu atau sekadar ingin tanya

kemana, mengapa, bagaimana

atau, sudah bersama siapa


berita terakhir darimu yang kupunya adalah saat kau mengirimkan pesan singkat itu.“Sunyi tak berarti Hilang. Diam tak berarti Lupa. Jauh tak berarti Putus begitu singkat. Dan Mungkin penuh makna. Apakah kau kira aku mengerti maksud dari pesanmu?. Jika iya, berarti hanya kata maaf yang dapat kusampaikan. Maaf, aku tak mengerti maksud pesanmu.


sudahlah,

tak akan berguna seribu keluh

akan sia-sia semua gundah

jika memang waktu kita usai sudah

maka, terima saja dan tetap tersenyumlah